Sparks of Tomorrow (2026) berlatar versi alternatif Kyoto pada awal abad ke-20, ketika perkembangan teknologi didominasi tenaga uap dan kota terus diselimuti asap. Cerita mengikuti Kihachi, pemuda yang kehilangan kepercayaan pada masa depan setelah kematian kakaknya, serta Inako, gadis religius yang menyimpan impian dan luka karena kehilangan ibunya. Ketika keduanya menemukan petunjuk tentang “20th Century Electrical Catalog”, sebuah katalog yang menggambarkan masa depan berbasis listrik, mereka bekerja sama mengungkap rahasianya sambil menghadapi masa lalu masing-masing dan memperjuangkan kemungkinan lahirnya zaman baru.




















